Potensi Industri Pengolahan Kakao di Kota Payakumbuh

Ditulis oleh Admin
🕔  Februari 5, 2018



Alasan utama penetapan peluang investasi ini adalah karena Payakumbuh merupakan sentra penghasil coklat atau kakao untuk sumatera bagian timur. Selain itu Payakumbuh juga merupakan daerah pengumpul hasil coklat untuk daerah Kabupaten 50 Kota, Agam, Tanah Datar dan Bukittinggi. Alasan kedua yaitu pengolahan coklat saat ini masih menggunakan industri rumah tangga, sehingga sangat membutuhkan adanya industri skala besar dan menengah. Alasan ketiga yaitu tersedia potensi pengembangan lahan kakao di Kota Payakumbuh seluas 1.171,87 Ha dengan produksi 854,51 Ton Per Tahun (Sumber Data : Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Kota Payakumbuh Tahun 2014) dan di Kabupaten 50 Kota seluas 20.500 Ha.
Perkiraan investasi
Investasi yang dibutuhkan sekitar 9,43 milyar dengan rincian biaya
yang dibutuhkan adalah :

  1. Pra Investasi                            : Rp.    0,75 M
  2. Biaya Pembelian Tanah           : Rp.    1,35 M
  3. Biaya Bangunan                      : Rp.    2,60 M
  4. Mesin dan Peralatan                : Rp.    3,45 M
  5. Dan Lainnya                            : Rp.    0,45  M
Bahan Baku
Tersedianya bahan baku berupa berupa produksi kakao 15.000 ton/tahun dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten 50 Kota.
Lokasi
untuk Kota Payakumbuh Tersedia lahan di kawasan industri Jalan Lingkar Utara Kelurahan Padang Sikabu Kecamatan Latina dengan total luas lahan yang dibutuhkan 3000m2.Lahan milik perorangan dan ulayat yang bisa disewa/dibeli. Lokasi yang diajukan untuk pembangunan pabrik pengolahan kakao ini sangat mudah diakses baik secara transportasi maupun melalui media telekomunikasi
(*Sumber Buku Potensi Peluang Investasi 2016 DPM PTSP)

Daftar Formulir

Daftar Permohonan

Permohonan Diterbitkan

Permohonan Belum Diambil

Survey 1

Survey 1

  Lihat Hasil